Biskuit bukan hanya sekadar camilan, tapi juga membawa kenangan tersendiri, dan salah satunya adalah biskuit Khong Guan. Buat Anda-anda yang mungkin termasuk generasi yang saat ini berusia 40-an plus, tentu mengerti betul betapa terkenangnya kita dengan biskuit ini. Kaleng biskuit yang khas yang bergambar ibu dan kedua anaknya yang sedang menikmati biskuit-biskuit yang tersanding di atas meja di hadapan mereka.
Momen hari raya adalah saat dimana kita banyak melihat kaleng biskuit ini dalam meja-meja tamu, menyambut mereka yang saling berkunjung dan bersilaturahmi setelah melaksanakan sholat ied. Kaleng biskuit yang sebagian besar berkelir merah ini terlihat lebih dominan dibanding toples-toples atau piring-piring sajian lain. tentu, salah satunya, karena bentuk kaleng yang memang berukuran besar.
Seringkali saya temukan ketika membuka kaleng biskuit tersebut isi di dalamnya sudah berantakan, biskuit di dalamnya sudah tidak tertata rapi meski terlihat masih penuh. Untung saja kaleng biskuit tidak dibuat transparan sehingga tidak mengganggu mata yang melihatnya.
Dulu saya tidak begitu memperhatikan mengapa isi kaleng tersebut cepat sekali berantakan, sampai pada akhirnya saya menemukan biang keladi dari tidak karuannya susunan biskuit di dalamnya, dan penyebabnya adalah satu jenis isi yang sebenarnya tidak bisa dikatakan sebagai jenis biskuit sejenis yang ada di dalamnya, dan ia adalah wafer coklat yang tersegel plastik yang berbeda dari yang lain.
Entah kenapa, sesaat setelah kaleng biskuit dibuka, orang akan cenderung lebih dulu mengambil dan menikmati wafernya. tampilannya yang unik menjadikan ia adalah pilihan untuk diambil dulu. dengan dibalut plastik bening yang membuat wafer tersebut seakan tersegel, menjadikan ia ekslusif diantara isi yang lain.
Tetapi bukan hanya tampilan saja yang unik, rasa nya juga enak, hanya perlu satu dua gigitan, sudah terasa kelembutannya. rasanya jelas beda di banding dengan isi lain yang ada dalam kaleng tersebut.
Biasanya di kaleng biskuit tersebut ada beberapa wafer tetapi terbagi ke dalam 3 bagian susunan, ibarat sebuah rumah susun, penataan biskuit di kaleng tersebut terdiri dari 3 susun, masing masing susun dibatasi oleh selembar kertas putih. sehingga ketika biskuit di bagian atas habis maka seharusnya baru membuka lembar kertas berikutnya untuk mengambil biskuit yang ada di susunan tengah.
Akan tetapi, meski susunan di atas, biskuit nya masih banyak, tetapi kebanyakan batas kertas di susun kedua sudah tidak ada. dan lagi-lagi biang keladi dari batas kertas itu sudah menghilang, wafer sudah lenyap dari tempatnya. begituah saat itu wafer menjadi yang paling favorit di komunitas dalam kaleng biskuit khong guan ini. Rasanya yang unik dan kelezatannya membuatnya selalu menjadi yang pertama habis diantara biskuit-biskuit lainnya. Ia memiliki daya tarik yang begitu kuat sehingga sering kali mengungguli perhatian dibandingkan biskuit lainnya.
Namun, ironisnya, sifat eksklusif wafer ini juga membuatnya cepat lenyap dari komunitasnya sendiri. Karena selalu menjadi favorit yang diperebutkan, ia sering kali habis lebih cepat daripada yang lain, meninggalkan kekosongan yang terasa di antara keberagaman biskuit dalam kalengnya. Meninggalkan kecemburuan dan kedengkian bagi biskuit yang lain, serta menimbulkan kekacauan akan teraturnya keadaan susunan biskuit sebelumnya.
Meskipun demikian, pada sisi positifnya, keberadaannya justru menempatkannya sebagai bintang yang bersinar di setiap momen kehadirannya. Sebab, meskipun ia cepat hilang, kenangan akan rasanya yang lezat dan momen kebersamaan yang dihadirkannya selalu menghangatkan dan meninggalkan kesan yang mendalam di hati setiap penggemarnya.
Tidak seperti dulu lagi, saat ini wafer dengan berbagai merk, tekstur dan variannya sudah membanjiri pasar. beberapa merk seperti tango, nissin, nabati maupun merk-merk lain juga sudah banyak menjadi alternatif wafer kesukaan, serta sudah dalam satu kemasan tersendiri yang khusus berisi wafer, tidak menyatu dengan biskuit, baik itu yang ada dalam kemasan kaleng maupun plastik/alumfoil.
Dan tentu saja, wafer khong guan ini, mereka pun sudah beradaptasi seperti wafer-wafer lain, tampilan juga dengan kemasan tersendiri. di bungkus plastik kemasan yang menarik. meski tetap menjaga ciri khas seperti saat lalu, yaitu terlaminating dalam plastik untuk dua slaisnya, yang tetap mengingatkan saya dengan wafer yang ada di kaleng khong guan. Dalam momen tertentu, biskuit favorit itu adalah saksi bisu dari serangkaian kenangan manis yang tercipta dalam lingkaran keluarga kami.

