Di tengah gemerlap dunia yang penuh dengan sorotan dan pujian, ada sekelompok orang yang memilih untuk bersembunyi di balik kehebatan yang mereka miliki. Mereka adalah individu-individu istimewa yang, meskipun memiliki kelebihan luar biasa, lebih memilih untuk hidup dalam kesederhanaan dan rendah hati.
Ada orang yang saya kenal , yang memiliki pengetahuan luas dan kemampuan berpikir yang tajam. Namun, alih-alih memamerkan kecerdasannya dan prestasi-prestasi yang pernah diraihnya, dia lebih suka diam dan rendah hati. Dia mungkin mengerti bahwa kebijaksanaan sejati bukan hanya tentang mengetahui banyak hal, tetapi juga tentang tahu kapan harus berbicara dan kapan harus mendengarkan. Dia lebih memilih untuk menjadi pendengar yang baik, lebih banyak memberikan ruang bagi orang lain untuk berbagi.
Di sisi lain saya pernah juga bertamu ke teman sekolah saya, yang ternyata orang tuanya merupakan orang yang kaya, memiliki harta melimpah dan segala kemewahan yang jelas saya impikan. Tapi, mereka memilih hidup sederhana, tepatnya sikap keseharian mereka. Mereka menemukan kebahagiaan dalam hal-hal kecil, dalam kehangatan keluarga dan kebersamaan dengan teman-teman. Sepertinya, mereka mengerti bahwa kekayaan bagi mereka bukanlah tujuan akhir, tetapi alat untuk membantu sesama dan menciptakan dampak positif di sekitar mereka.
Selanjutnya, ada orang yang populer, yang dikenal banyak orang dan dielukan di mana-mana. Meski demikian, mereka lebih suka menjauh dari hingar bingar popularitas. Mereka menemukan ketenangan dalam kesendirian, jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kehidupan sosial. Popularitas bagi mereka bukanlah sesuatu yang dikejar, melainkan konsekuensi dari menjadi diri sendiri dan melakukan apa yang mereka cintai. Saya pernah membaca ada artis penyanyi yang tinggal di Yogya sana, yang masih suka dan aktif dengan kegiatan di lingkungannya, entah itu kerja bakti atau sekedar lomba Agustusan.
Terakhir, ada mereka yang memiliki jabatan tinggi, posisi yang memberi mereka kekuasaan dan pengaruh besar. Namun, mereka lebih memilih untuk tetap merakyat. Mereka tidak membiarkan jabatan mengubah siapa mereka sebenarnya. Mereka tetap ramah, mudah didekati, dan peduli terhadap kebutuhan orang-orang di sekitar mereka. Bagi mereka, kepemimpinan adalah tentang melayani, bukan dilayani. dan orang seeprti inipun, setidaknya saya pernah mengenalnya dulu.
Orang-orang seperti ini adalah contoh nyata bahwa kehebatan sejati tidak perlu selalu ditampilkan di depan umum. Mereka mengajarkan kita bahwa kekuatan sejati terletak pada kerendahan hati, kesederhanaan, ketenangan, dan kepedulian terhadap sesama. Di balik kehebatan yang mereka sembunyikan, mereka menunjukkan nilai-nilai mulia yang membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik. Mereka lebih memilih untuk tidak terlihat.
