hardie |
ini cuma cerita masa lalu, dulu, dulu sekali, semasa masih putih abu. Ada saat-saat ketika cinta mulai tumbuh dalam hati tetapi tetap kubiarkan sebagai sebuah rahasia yang tak terselipkan ke luar. Ketika cinta itu memuncak kepada seorang perempuan yang memancarkan kecantikan dan memikat banyak hati, pada saat itulah aku lebih memilih untuk memendamnya sebagai satu-satunya cara untuk menjaganya.
ia yang mempesona, dalam setiap gerakan maupun senyumannya, Sejujurnya ada rasa rendah diri ketika harus bertatap dengannya. Kadang kesepian itu begitu memaksaku untuk mengungkapkan perasaan ini, tetapi tidak, aku masih bisa menahannya sebagai rahasia.
Mencintai tetapi tidak terbersit harapan untuk memiliki, setidaknya kejujuran pada diri sendiri bahwa perjalanan ke depan sangat terjal untuk dilewati. Aku menyadari akan keterbatasan yang ada, dan ketika banyak kumbang mendekatinya, kulihat ia dari jauh tuk sekedar mengaguminya.
Rasa ini tetap kupendam, entahlah apa ini disebut cinta yang sebenarnya atau hanya kelebatan rasa yang suatu waktu nanti menghilang. Tetapi ada kebahagiaan ketika rasa ini justru aku tahan demi sebuah kebaikan, seperti menjaga harta yang berharga. Sehingga di keheningan malam aku masih bisa berdoa dan berharap yang terbaik untuknya.
Terkadang mungkin susah diceritakan, aku tidak bilang pengalaman ini manis, karena di sisi lain ada sebuah kepahitan dalam pemendaman rasa, namun aku merasakan kelapangan hati di sana, sembari belajar bahwa tidak selalu cinta akan berbalas dan bersatu, meski saat itu rasa yang kulepaskan tetaplah sepenuh hati. Aku hanya sedang belajar menerima.
Toh jika tidak diungkapkan, tetaplah sebuah keberanian. keberanian dalam cinta yang terpendam demi sebuah perjalanan baik yang sedang diarungi. Harapan terbesarku saat itu adalah dia bahagia, bahkan jika itu berarti aku hanya bisa jadi penonton kebahagiaannya, Cinta akan selalu menjadi bagian cerita hidup manusia.
