hardie |
Mungkin kita tidak akan bisa seperti mereka, sebagaimana kisah Hizan Al-Fuaidi dan saudaranya, bagaimana dia bercucur air mata tatkala tidak bisa menang di pengadilan, hanya karena dia ingin bisa merawat ibunya. Ia kalah dari adiknya yang mempunyai keinginan sama, ibu yang renta itu berakhir dalam perawatan adiknya. ini hanyalah kisah yang sedikit sekali ada, menjadi bagian cerita cinta dan kasih sayang yang menyentuh, entah apa yang diajarkan orang tuanya kepada anak-anak tersebut, sehingga melahirkan anak-anak yang sangat berbakti. Bukanlah warisan yang mereka perebutkan tetapi justru berebut merawat orang tua di kala renta.
Merawat orang tua bukanlah hal yang mudah, banyak yang akhirnya kurang tabah, seringkali ini terjadi di kota-kota besar, karena berbagai hal termasuk faktor kesibukan pekerjaan, waktu yang tersita, membayangkan kerepotan yang bakal terjadi, banyak akhirnya orang tua dititipkan ke panti jompo. seolah tempat itulah sebagai halte terakhir di dunia, padahal yang mereka inginkan mungkin kedekatan dengan anak cucu mereka.
Terkadang, kita melihat orang tua kita semakin renta dan lemah, dan kita merasakan sedih dan cemas akan hari esok mereka. Tetapi berapa yang pada akhirnya bisa dengan sungguh-sungguh merawatnya, walau sebenarnya saat kita memasuki fase dewasa, tanggung jawab kita terhadap orang tua mestinya tumbuh. Mereka yang dulunya merawat kita, kini membutuhkan perhatian dan kasih sayang kita.Merawat orang tua dibutuhkan ketabahan yg ekstra. Kita harus siap menghadapi tantangan fisik dan emosional yang muncul dalam perawatan sehari-hari. tantangan merawat orang tua tidaklah kecil, dan dari situlah kita menemukan kekuatan kita. Kita belajar untuk sabar dan bersabar.
Ada saat-saat ketika mereka harus menghadapi penyakit serius atau gangguan kesehatan yang membuat kita merasa bersedih, atau melihat perubahan fisik dan mental yang terjadi pada orang tua kita, ingatan yang pudar atau senyum yang makin langka. Saat itulah kita belajar untuk mendengarkan dan memahami kebutuhan mereka, sebagaimana mereka dulu mendengarkan dan memahami kita saat kita masih anak-anak. karena apapun itu, Perawatan kita mencerminkan cinta kita kepada orang tua. Mereka (meski kadang tak terlihat) merasakan rasa terharu dan bersyukur atas bakti kita.
Ada saat-saat ketika kita merasa penat, tetapi kita terus bertahan dalam tanggung jawab. Keikhlasan adalah kunci dalam merawat orang tua. Kita merasa terpanggil untuk mengurus mereka dengan sebaik-baiknya, sebagaimana mereka pernah mengurus kita dengan penuh kasih sayang. Perasaan keikhlasan juga seringkali datang saat kita memandang mata mereka, merasakan sentuhan tangan mereka, dan mendengar kata-kata terima kasih dari mereka. Saya jadi teringat, akan apa yang pernah disampaikan seorang ustadz dalam ceramahnya, bahwa ada dua pandangan terindah di dunia ini, pertama melihat ka’bah, yang kedua memandang orang tua kita.
Merawat mereka yang pernah mengasuh kita dengan lembut saat masih kecil adalah sebuah kewajiban dan tugas yang penuh makna. Kita berada di sini untuk menjaganya. Mereka yang dahulu mengenalkan kita pada dunia ini, kini membutuhkan bantuan kita. Tanggung jawab kita adalah meringankan beban dan kesedihan mereka, seperti cahaya yang membelai langit malam yang gulita.
Cinta yang tulus dan keikhlasan mengalir dalam setiap tindakan perawatan kita. Dalam keheningan, kadang kita mendengarkan cerita-cerita lama mereka dan mengukir kenangan baru yang tak ternilai harganya. Merawat orang tua adalah perjalanan spiritual yang mengajarkan kita arti sejati dari cinta dan pengabdian. Dalam kedalaman hati, kita merenungkan tentang siklus kehidupan, tentang pengabdian yang tak terbatas, dan tentang keindahan dalam penuaan, bahwa pada akhirnya kitapun akan mengalaminya.
Saat kita melihat mata mereka yang penuh kehidupan, meskipun fisik mereka mulai meredup, kita merasa diberkati oleh setiap momen yang kita habiskan bersama mereka. Mereka mungkin tak lagi mampu mengucapkan kata-kata terima kasih, tetapi kita merasakannya dalam setiap sentuhan mereka dan dalam mata mereka yang mengisyaratkan rasa syukur yang mendalam.
