Semenjak pandemi covid sampai akhir tahun 2021, saya perhatikan banyak toko di sepanjang jalan  yang tutup. saya kira toko-toko tersebut hanyalah tutup sementara, tapi ternyata setelah  berbulan-bulan toko belum buka juga.  alias tutup permanen. padahal beberapa toko dulu kelihatan ramai pembeli, kendaraan pemberi parkir berjejer di depan, tapi sekarang trotoar depan tokonya sekarang kotor dan ditumbuhi rumput-rumput.

Di sisi lain saya juga melihat, banyak toko yang sudah berganti wajah, beda barang yang di jual dengan yang saya kenal dulu. misal dulu jualan mainan, sekarang sudah berganti jadi jualaan pakaian, kemudian yang jualan ayam geprek tiba-tiba sudah menjadi toko hijab, di sisi lain ada toko hijab ternama tiba tba sudah menjadi kantor ekspedisi. Dulu di toko tersebut  jualan alat-alat sekolah, sekarang sudah menjadi tempat jualan pakan ternak dan hewan peliharaan. sementara tidak jauh dari itu, saya lihat restoran lesehan yang cukup besar, sudah gulung tikar dan menyisakan tanah lapang, karena bangunan non permanen yang memang di buat dari kayu ikut di bongkar juga.

saya tidak tahu, bagi yang wajah tokonya sudah berubah, apakah usaha-usaha tersebut hanya berganti isi sementara pemiliknya sama. sehingga ketika dirasa satu usaha tidak berjalan, kemudian ganti haluan membuka usaha di bidang lain. atau bisa jadi mereka adalah pemilik baru dari usaha tersebut. meski untuk tempat, mereka hanya menyewa. karena sepanjang jalan raya dekat rumah memang banyak sekali kios/toko yang disewakan. 

Betul memang, mendirikan usaha tidaklah mudah, perlu perjuangan untuk menjadikannya berhasil. banyak faktor untuk menjadikan usahanya berhasil, sebaliknya banyak faktor juga membuat usahanya gulung tikar. saya lihat ada warung mie ayam yang laris sekali, dan memang mie ayamnya juga enak. meski tidak rutin sesekali saya menyempatkan ke sana. kadang calon pembeli sering kehabisan, meski melihat jam waktu tutup masih lama.

Baru-baru ini, tidak jauh dari warung mie ayam tersebut, berdiri warung mie ayam dan baso terkenal dari luar kota membuka cabang di dekat situ. Mungkin karena sudah menang nama (brand),warung mi ayam baru tersebut langsung ramai, tiap hari padat pembeli. khususnya anak-anak muda. warung mie ayam lama sempat bertahan sebelum akhirnya tumbang juga karena pembeli yang makin sepi dari hari kehari, kalah oleh warung baru yang memang tempat dan  fasilitas ketersediaan parkir lebih luas. 

Tidak seperti usaha bidang lain yang produknya awet, usaha kuliner kalau produk nya tidak habis mau gak mau dibuang kalau tidak bisa diolah produk lain. Perlu daya tahan yang kuat untuk berbisnis kuliner. Seorang teman pernah bercerita, dia perlu waktu setahun awal rugi untuk membalikkan keadaan menjadi profit. Tentu waktu setahun bukanlah waktu yang singkat, jika kita tidak mempunyai modal cadangan lebih. Begitulah, keberadan pasar memang cepat sekali berubah. Toko atau warung harus pintar mendapatkan pelanggan, dan bukan hanya memperbanyak pelanggan baru saja tetapi mempertahankan pelanggan lama sangat penting dilakukan


Tutupnya Warung dan Toko Akibat Pandemi Covid

Semenjak pandemi covid sampai akhir tahun 2021, saya perhatikan banyak toko di sepanjang jalan  yang tutup. saya kira toko-toko tersebut hanyalah tutup sementara, tapi ternyata setelah  berbulan-bulan toko belum buka juga.  alias tutup permanen. padahal beberapa toko dulu kelihatan ramai pembeli, kendaraan pemberi parkir berjejer di depan, tapi sekarang trotoar depan tokonya sekarang kotor dan ditumbuhi rumput-rumput.

Di sisi lain saya juga melihat, banyak toko yang sudah berganti wajah, beda barang yang di jual dengan yang saya kenal dulu. misal dulu jualan mainan, sekarang sudah berganti jadi jualaan pakaian, kemudian yang jualan ayam geprek tiba-tiba sudah menjadi toko hijab, di sisi lain ada toko hijab ternama tiba tba sudah menjadi kantor ekspedisi. Dulu di toko tersebut  jualan alat-alat sekolah, sekarang sudah menjadi tempat jualan pakan ternak dan hewan peliharaan. sementara tidak jauh dari itu, saya lihat restoran lesehan yang cukup besar, sudah gulung tikar dan menyisakan tanah lapang, karena bangunan non permanen yang memang di buat dari kayu ikut di bongkar juga.

saya tidak tahu, bagi yang wajah tokonya sudah berubah, apakah usaha-usaha tersebut hanya berganti isi sementara pemiliknya sama. sehingga ketika dirasa satu usaha tidak berjalan, kemudian ganti haluan membuka usaha di bidang lain. atau bisa jadi mereka adalah pemilik baru dari usaha tersebut. meski untuk tempat, mereka hanya menyewa. karena sepanjang jalan raya dekat rumah memang banyak sekali kios/toko yang disewakan. 

Betul memang, mendirikan usaha tidaklah mudah, perlu perjuangan untuk menjadikannya berhasil. banyak faktor untuk menjadikan usahanya berhasil, sebaliknya banyak faktor juga membuat usahanya gulung tikar. saya lihat ada warung mie ayam yang laris sekali, dan memang mie ayamnya juga enak. meski tidak rutin sesekali saya menyempatkan ke sana. kadang calon pembeli sering kehabisan, meski melihat jam waktu tutup masih lama.

Baru-baru ini, tidak jauh dari warung mie ayam tersebut, berdiri warung mie ayam dan baso terkenal dari luar kota membuka cabang di dekat situ. Mungkin karena sudah menang nama (brand),warung mi ayam baru tersebut langsung ramai, tiap hari padat pembeli. khususnya anak-anak muda. warung mie ayam lama sempat bertahan sebelum akhirnya tumbang juga karena pembeli yang makin sepi dari hari kehari, kalah oleh warung baru yang memang tempat dan  fasilitas ketersediaan parkir lebih luas. 

Tidak seperti usaha bidang lain yang produknya awet, usaha kuliner kalau produk nya tidak habis mau gak mau dibuang kalau tidak bisa diolah produk lain. Perlu daya tahan yang kuat untuk berbisnis kuliner. Seorang teman pernah bercerita, dia perlu waktu setahun awal rugi untuk membalikkan keadaan menjadi profit. Tentu waktu setahun bukanlah waktu yang singkat, jika kita tidak mempunyai modal cadangan lebih. Begitulah, keberadan pasar memang cepat sekali berubah. Toko atau warung harus pintar mendapatkan pelanggan, dan bukan hanya memperbanyak pelanggan baru saja tetapi mempertahankan pelanggan lama sangat penting dilakukan


Related Posts