hardie |
Pagi-pagi di grup whatsapp perumahan ramai sekali, ada orang yang menyampaikan keluh kesahnya melalui grup komunikasi tersebut karena burung peliharaannya hilang , hanya menyisakan banyak helaian bulu yang berserakan, dan sebagai yang tertuduh adalah kucing-kucing liar yang tinggal di lingkungan perumahan.
kucing-kucing liar memang banyak tinggal di perumahan kami, tidak satu dua kucing saja, tetapi puluhan. karena memang beranak pinak di lingkungan kami. tentu dalam komplek perumahan adalah lingkungan ideal dimana kucing tumbuh. mereka bisa hidup dari mengorek tong sampah yang memang tersedia di masing-masing depan rumah warga. belum lagi banyak warga yang memang sengaja memberi makan kepada kucing-kucing tersebut.
Semakin banyak kucing tentu juga akan menimbulkan masalah di lingkungan. selain keluhan di atas, ada lagi warga yang protes karena bau kotoran kucing. kotoran kucing memang baunya cukup menyengat dan cukup mengganggu. bahkan pernah ada kasus si kucing liar membuang kotoran di serambi masjid. dan kejadian tersebut akhirnya jadi awal polemik warga.
Beberapa warga yang pecinta kucing agak tidak setuju dengan rencana pembuangan kucing ini, karena di rasa kucing tidak mengganggu. bahkan mereka justru lebih menyalahkan warga yang memelihara piaraan lain yang justru lebih mengganggu seperti burung dara, dimana kotoran-kotorannya banyak bertebaran di genteng warga lain, termasuk di pakaian yang sedang di jemur. Juga ada warga di perumahan yang memelihara ayam, yang terkadang ayam itu dilepas yang tentu kotorannya juga mengganggu.
Pada akhirnya kucing-kucing liar harus di tangkap dan dibuang ke lokasi lain, lebih tepatnya dipindahkan, dimana lokasi pemindahan adalah pasar, dengan harapan kucing itu tetap bisa hidup, karena dengan di pasar maka kucing tidak perlu kekurangan makan. dan bagi yang akan atau sedang memelihara kucing, dipersilahkan dengan catatan, kucing tidak boleh keluar dari rumah dan berkeliaran bebas.
Proses penangkapan kucing liarpun dilakukan, beberapa kucing memang berhasil ditangkap, tetapi saya perhatikan yang tertangkap bukanlah kucing liar, tetapi setengah jinak. dimana kucing-kucing yang tertangkap adalah kucing tak bertuan yang justru sering di kasih makan oleh warga. atau kucing yang oleh sebagian pemelihara di lepas liarkan, entah karena sudah tua, tidak menarik lagi, atau sudah beranak pinak di rumahnya.
Di teras rumah kamipun ada kucing liar, yang ia cukup betah untuk selang waktu dalam sehari cukup banyak menghabiskan waktu di halaman rumah. siangnya tidak ada, tapi kadang semalaman tidur di pojokan rumah. kadang malam tidak kelihatan tapi siangnya berbaring di jok motor. pernah coba dilakukan penangkapan, tetapi tidak perhasil. sudah sempat mau dimasukan karung, justru yang mencoba menangkap di cakar, beberapa kali dilakukan penangkapan, sampai sekarang si kucing bebas lagi. bahkan sudah 2-3 kali melahirkan anak, mungkin anaknya sudah lebih dari 10 tetapi tidak pernah berhasil hidup.
Dan beberapa minggu terakhir di perumahan kami, saya lihat sudah mulai banyak kucing lagi, ya mungkin karena pembuangan kucing hanya dilakukan satu dua kali dan tidak dilakukan rutin, termasuk di halaman rumah saya, tiba-tiba kucing yang biasa tinggal dan meneduh di teras rumah, membawa anggota keluarga barunya, 4 anak lucu, yang terlihat kembar sepasang-sepasang. dua kucing berwarna oren, dua kucing berwarna abu yang masing – masing terlihat bulu putih di bagian bawah perutnya. Dulu terlihat perutnya buncit dan tidak tahu ia melahirkan dimana. di loteng tetangga, bisa jadi.
Kadang saya ingin membuang kucing tersebut dengan anak-anaknya, tapi rasanya tidak tega, mau dipelihara juga rumah mungil kami tidak kondusif untuk memeliharanya. tetapi karena kasihan dan melihat lucunya anak-anak kucing tersebut, tetap kami belikan pakan setidaknya sampai si anak-anak kucing tersebut tumbuh, semoga saja kali ini si anak-anak kucing tersebut berhasil hidup dan tumbuh sehat.
