Seringkali, dalam perjalanan hidup, Kita menemui saat-saat yang membuat kita merasa terombang-ambing dalam kegelapan. Ada saat-saat dalam hidup ketika semuanya tampak hancur, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Perasaan terluka, bingung, dan terjatuh menjadi begitu nyata. Semua jalan sudah tiada lagi, ke depan tampak gelap, ke sampingpun gulita. Mereka yang dulu mendukung, satu persatu menghilang, menjauh. Entahlah, kenapa saat dulu ketika segalanya baik-baik saja, mereka malah mengelilingi kita.

Pada akhirnya kita merasakan sendiri, merasa hampa, tak ada seorangpun yang bisa sekedar untuk berbagi kalimat atau sekedar kata. Kalimat mereka hanya sebatas pelarian dan penolakan  ” Maaf, aku sibuk” , “Maaf, aku tidak bisa bantu” ,  dan berbagai kalimat lain bernada sama. Saat itu kita merasa hampa, terkadang ada keputus-asaan menggerogoti dalam diri. Selintas sekelebat bisikan datang “Kamu sudah lelah, Cukuplah kamu sampai di sini, waktunya kembali”, ” bukankah pulang akan lebih baik, kamu akan terbebas dari belenggu godaan dan cobaan”.

Di dasar yang begitu pengap, yang kita butuhkan hanyalah tali atau sekedar akar menjulur yang bisa kita rambati naik lagi ke atas, tetapi itupun tak ada. Dan saat-saat itu menerpa, kita merasa hampa, tanpa sandaran ataupun panduan yang jelas. Kalaupun terselip kebahagiaan di gelapnya keadaan ini, itu adalah nun jauh di atas sana, satu dua bintang terlihat menyapa, yang menandakan juga bahwa  malam telah tiba. tapi apa bedanya siang dan malam bagi yang sedang jatuh dalam kegelapan.

Layaknya hidup sebagai makhluk, maka dengan sendirinya Fitrah insani akan timbul dan menyapa, kalau di dunia ini tidak ada lagi tempat bersandar, kemana lagi kita akan mencari sandaran? pada saat itulah kita baru bisa mengingatNya, menyebutNya, menjadikanNya satu-satunya sandaran yang tersisa. cintaNya selalu hadir bahkan di saat-saat tersulit kita. Mengajarkan kepada diri untuk selalu berserah, dan Belajar untuk menghormati perjalanan hidup ini, sebagai bagian episode cerita kita.

Mencari Jalan, Mencari Sandaran

Seringkali, dalam perjalanan hidup, Kita menemui saat-saat yang membuat kita merasa terombang-ambing dalam kegelapan. Ada saat-saat dalam hidup ketika semuanya tampak hancur, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Perasaan terluka, bingung, dan terjatuh menjadi begitu nyata. Semua jalan sudah tiada lagi, ke depan tampak gelap, ke sampingpun gulita. Mereka yang dulu mendukung, satu persatu menghilang, menjauh. Entahlah, kenapa saat dulu ketika segalanya baik-baik saja, mereka malah mengelilingi kita.

Pada akhirnya kita merasakan sendiri, merasa hampa, tak ada seorangpun yang bisa sekedar untuk berbagi kalimat atau sekedar kata. Kalimat mereka hanya sebatas pelarian dan penolakan  ” Maaf, aku sibuk” , “Maaf, aku tidak bisa bantu” ,  dan berbagai kalimat lain bernada sama. Saat itu kita merasa hampa, terkadang ada keputus-asaan menggerogoti dalam diri. Selintas sekelebat bisikan datang “Kamu sudah lelah, Cukuplah kamu sampai di sini, waktunya kembali”, ” bukankah pulang akan lebih baik, kamu akan terbebas dari belenggu godaan dan cobaan”.

Di dasar yang begitu pengap, yang kita butuhkan hanyalah tali atau sekedar akar menjulur yang bisa kita rambati naik lagi ke atas, tetapi itupun tak ada. Dan saat-saat itu menerpa, kita merasa hampa, tanpa sandaran ataupun panduan yang jelas. Kalaupun terselip kebahagiaan di gelapnya keadaan ini, itu adalah nun jauh di atas sana, satu dua bintang terlihat menyapa, yang menandakan juga bahwa  malam telah tiba. tapi apa bedanya siang dan malam bagi yang sedang jatuh dalam kegelapan.

Layaknya hidup sebagai makhluk, maka dengan sendirinya Fitrah insani akan timbul dan menyapa, kalau di dunia ini tidak ada lagi tempat bersandar, kemana lagi kita akan mencari sandaran? pada saat itulah kita baru bisa mengingatNya, menyebutNya, menjadikanNya satu-satunya sandaran yang tersisa. cintaNya selalu hadir bahkan di saat-saat tersulit kita. Mengajarkan kepada diri untuk selalu berserah, dan Belajar untuk menghormati perjalanan hidup ini, sebagai bagian episode cerita kita.

Related Posts