Beberapa hari terakhir beranda portal berita maupun video yang biasa saya lihat sudah mulai banjir informasi kampanye, termasuk juga di media sosial. Maklum beberapa minggu ke depan akan ada pesta demokrasi, berupa pilihan capres dan legislatif. banyak berita-berita seputar ajakan memilih pihaknya baik oleh kandidat maupun tim suksesnya, banyak orang bilang musim kampanye adalah musim “jualan kecap”, dan meng-klaim bahwa kecapnya selalu nomor satu. Demikian orang menggambarkan tentang betapa banyak obral janji yang sedang disampaikan oleh mereka yang sedang berkompetisi.

Saya bukanlah orang yang mempunyai preferensi fanatik kepada partai politik atau kandidat tertentu, saya bukan kader partai jadi tidak perlu “ngoyo” untuk mengkampanyekan atau membela mati-matian calon pemimpin atau partainya, meski demikian bukan berarti saya golput, pada saatnya nanti tetap akan memilih mereka-mereka calon legislatif dan calon pemimpin. Dari beberapa waktu terakhir membaca dan mendengar dari mereka-mereka yang sedang berjibaku dalam perjuangan politiknya, maka saya bisa mengambil beberapa kata kunci andalan atau frasa yang biasa dinarasikan dari para kandidat, yang kadang itu sebagai branding unggulan yang disematkan ke kandidatnya untuk “dijual”.

Beberapa kata diantaranya Moralitas, Tim sukses tertentu mengatakan bahwa kandidatnya adalah calon yang paling bermoral dan berintegritas. sementara pihak lain mengatakan dan mengedepankan visi, bahwa calon merekalah yang paling baik karena paling mempunyai visi jangka panjang serta tegas, berikutnya kelompok lain menyampaikan kandidatnya yang paling teruji, karena mempunyai kemampuan komunikasi yang baik serta mempunyai pengalaman yang beragam.  

Semua benar dan tidak ada yang salah dari apa yang mereka sampaikan, karena sejatinya memilih pemimpin yang baik, baik sebagai presiden atau bupati, ataupun perwakilan kita di legislatif adalah langkah penting dalam menentukan arah suatu negara atau daerah. Beberapa hal diatas justru menjadi poin penting yang perlu dipertimbangkan dalam memilih pemimpin yang tepat.

Yang pertama adalah terkait Integritas dan Etika, seorang pemimpin harus memiliki integritas yang kuat dan mengedepankan etika dalam tindakan dan keputusannya. Kemampuan untuk memimpin dengan kejujuran dan konsistensi dalam moralitas adalah hal yang krusial. Jika pemangku kepentingan bekerja dalam moralitas yang rendah, maka efek negatif akan berdampak ke segala bidang kehidupan. Permasalahan korupsi yang banyak terjadi maupun persoalan hukum yang tiada habisnya adalah karena pondasi moralitas dalam kadar yang rendah.

Pemimpin yang baik memiliki visi yang jelas untuk masa depan negara atau daerahnya. Mereka juga memiliki rencana konkret yang memperhatikan kepentingan jangka panjang, bukan hanya solusi instan untuk masalah yang ada. Pemimpin yang berkomitmen pada pembangunan yang berkelanjutan, baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan, akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungannya. Pembangunan yang sudah baik dari pemimpin sebelumnya, harusnya dilanjutkan, kebijakan yang belum baik harusnya di evaluasi dan diperbaiki. 

Kemampuan untuk memimpin secara adil, tanpa memihak, dan mengakomodasi berbagai kelompok masyarakat juga salah satu kunci. Memiliki kemampuan untuk menghadirkan persatuan di antara perbedaan adalah hal yang sangat diharapkan dari seorang pemimpin. Pemimpin terpilih adalah milik rakyat secara keseluruhan, sehingga atribut kepentingan sempit kelompok dan partai politik seharusnya sudah ditanggalkan, 

Seorang pemimpin yang mampu berkomunikasi dengan jelas dan efektif, baik dalam mengungkapkan visi maupun dalam menghadapi krisis, akan lebih mampu mempengaruhi dan memotivasi masyarakat. Kemampuan dalam menghadapi dan mengelola krisis merupakan hal yang krusial. Bagaimana seorang pemimpin menangani situasi sulit akan memperlihatkan keunggulan kepemimpinannya. Apalagi di negara kita, negara yang rentan, rentan karena geografisnya, pulau yang terpisah-pisah dan dalam “jalur cincin api”, jalur bencana alam. rentan karena penduduknya, dengan jumlah yang sedemikian banyak, dari berbagai ras dan suku, tingkat ekonomi, pendidikan yang berbeda dan sebagainya. Perlu kepemimpinan yang kuat serta tenang juga optimis dalam mengelola situasi sulit. Krisis ekonomi tahun 98 dan pandemi covid 19 cukup bisa jadi pembelajaran bagi  pemimpin berikutnya.

Pengalaman yang relevan dalam kepemimpinan dan pemahaman yang mendalam akan lingkungan di mana mereka akan memimpin juga merupakan faktor penting. Lihatlah rekam jejak mereka. Memiliki pemahaman yang kuat akan berbagai isu dan kebutuhan masyarakat akan menjadi nilai tambah.

Pemilihan pemimpin yang tepat adalah tanggung jawab bersama masyarakat. Evaluasi terhadap rekam jejak, karakter, komitmen, dan visi para kandidat adalah hal yang penting sebelum membuat keputusan dalam pemilihan. Mendapatkan informasi dari berbagai sumber yang terpercaya juga menjadi langkah yang bijak dalam menentukan pilihan yang terbaik untuk masa depan negara atau daerah.

Semua terserah kepada anda yang akan memilihnya, apakah anda lebih suka pemimpin yang kelihatan lebih intelek, apakah anda lebih suka kepada pemimpin yang kelihatan lebih tegas atau anda lebih suka kepada pemimpin yang kelihatan lebih merakyat. Pilihlah dengan hati nurani positif anda. Bukan anda pilih X karena anda membenci Y. tetapi pilihlah X karena anda lebih condong kepadanya karena ide, gagasan maupun visi misinya. Di sisi lain politik itu cair, mereka yang sekarang berkompetisi, tetapi lain waktu bisa saja bersatu ketika kepentingannya sudah sejalan. Jadi tetap jagalah persaudaraan, jagalah perdamaian. pesta demokrasi sudah seharusnya dijalani dengan kegembiraan.
 
*image by freepik

Memilih Pemimpin


Beberapa hari terakhir beranda portal berita maupun video yang biasa saya lihat sudah mulai banjir informasi kampanye, termasuk juga di media sosial. Maklum beberapa minggu ke depan akan ada pesta demokrasi, berupa pilihan capres dan legislatif. banyak berita-berita seputar ajakan memilih pihaknya baik oleh kandidat maupun tim suksesnya, banyak orang bilang musim kampanye adalah musim “jualan kecap”, dan meng-klaim bahwa kecapnya selalu nomor satu. Demikian orang menggambarkan tentang betapa banyak obral janji yang sedang disampaikan oleh mereka yang sedang berkompetisi.

Saya bukanlah orang yang mempunyai preferensi fanatik kepada partai politik atau kandidat tertentu, saya bukan kader partai jadi tidak perlu “ngoyo” untuk mengkampanyekan atau membela mati-matian calon pemimpin atau partainya, meski demikian bukan berarti saya golput, pada saatnya nanti tetap akan memilih mereka-mereka calon legislatif dan calon pemimpin. Dari beberapa waktu terakhir membaca dan mendengar dari mereka-mereka yang sedang berjibaku dalam perjuangan politiknya, maka saya bisa mengambil beberapa kata kunci andalan atau frasa yang biasa dinarasikan dari para kandidat, yang kadang itu sebagai branding unggulan yang disematkan ke kandidatnya untuk “dijual”.

Beberapa kata diantaranya Moralitas, Tim sukses tertentu mengatakan bahwa kandidatnya adalah calon yang paling bermoral dan berintegritas. sementara pihak lain mengatakan dan mengedepankan visi, bahwa calon merekalah yang paling baik karena paling mempunyai visi jangka panjang serta tegas, berikutnya kelompok lain menyampaikan kandidatnya yang paling teruji, karena mempunyai kemampuan komunikasi yang baik serta mempunyai pengalaman yang beragam.  

Semua benar dan tidak ada yang salah dari apa yang mereka sampaikan, karena sejatinya memilih pemimpin yang baik, baik sebagai presiden atau bupati, ataupun perwakilan kita di legislatif adalah langkah penting dalam menentukan arah suatu negara atau daerah. Beberapa hal diatas justru menjadi poin penting yang perlu dipertimbangkan dalam memilih pemimpin yang tepat.

Yang pertama adalah terkait Integritas dan Etika, seorang pemimpin harus memiliki integritas yang kuat dan mengedepankan etika dalam tindakan dan keputusannya. Kemampuan untuk memimpin dengan kejujuran dan konsistensi dalam moralitas adalah hal yang krusial. Jika pemangku kepentingan bekerja dalam moralitas yang rendah, maka efek negatif akan berdampak ke segala bidang kehidupan. Permasalahan korupsi yang banyak terjadi maupun persoalan hukum yang tiada habisnya adalah karena pondasi moralitas dalam kadar yang rendah.

Pemimpin yang baik memiliki visi yang jelas untuk masa depan negara atau daerahnya. Mereka juga memiliki rencana konkret yang memperhatikan kepentingan jangka panjang, bukan hanya solusi instan untuk masalah yang ada. Pemimpin yang berkomitmen pada pembangunan yang berkelanjutan, baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan, akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungannya. Pembangunan yang sudah baik dari pemimpin sebelumnya, harusnya dilanjutkan, kebijakan yang belum baik harusnya di evaluasi dan diperbaiki. 

Kemampuan untuk memimpin secara adil, tanpa memihak, dan mengakomodasi berbagai kelompok masyarakat juga salah satu kunci. Memiliki kemampuan untuk menghadirkan persatuan di antara perbedaan adalah hal yang sangat diharapkan dari seorang pemimpin. Pemimpin terpilih adalah milik rakyat secara keseluruhan, sehingga atribut kepentingan sempit kelompok dan partai politik seharusnya sudah ditanggalkan, 

Seorang pemimpin yang mampu berkomunikasi dengan jelas dan efektif, baik dalam mengungkapkan visi maupun dalam menghadapi krisis, akan lebih mampu mempengaruhi dan memotivasi masyarakat. Kemampuan dalam menghadapi dan mengelola krisis merupakan hal yang krusial. Bagaimana seorang pemimpin menangani situasi sulit akan memperlihatkan keunggulan kepemimpinannya. Apalagi di negara kita, negara yang rentan, rentan karena geografisnya, pulau yang terpisah-pisah dan dalam “jalur cincin api”, jalur bencana alam. rentan karena penduduknya, dengan jumlah yang sedemikian banyak, dari berbagai ras dan suku, tingkat ekonomi, pendidikan yang berbeda dan sebagainya. Perlu kepemimpinan yang kuat serta tenang juga optimis dalam mengelola situasi sulit. Krisis ekonomi tahun 98 dan pandemi covid 19 cukup bisa jadi pembelajaran bagi  pemimpin berikutnya.

Pengalaman yang relevan dalam kepemimpinan dan pemahaman yang mendalam akan lingkungan di mana mereka akan memimpin juga merupakan faktor penting. Lihatlah rekam jejak mereka. Memiliki pemahaman yang kuat akan berbagai isu dan kebutuhan masyarakat akan menjadi nilai tambah.

Pemilihan pemimpin yang tepat adalah tanggung jawab bersama masyarakat. Evaluasi terhadap rekam jejak, karakter, komitmen, dan visi para kandidat adalah hal yang penting sebelum membuat keputusan dalam pemilihan. Mendapatkan informasi dari berbagai sumber yang terpercaya juga menjadi langkah yang bijak dalam menentukan pilihan yang terbaik untuk masa depan negara atau daerah.

Semua terserah kepada anda yang akan memilihnya, apakah anda lebih suka pemimpin yang kelihatan lebih intelek, apakah anda lebih suka kepada pemimpin yang kelihatan lebih tegas atau anda lebih suka kepada pemimpin yang kelihatan lebih merakyat. Pilihlah dengan hati nurani positif anda. Bukan anda pilih X karena anda membenci Y. tetapi pilihlah X karena anda lebih condong kepadanya karena ide, gagasan maupun visi misinya. Di sisi lain politik itu cair, mereka yang sekarang berkompetisi, tetapi lain waktu bisa saja bersatu ketika kepentingannya sudah sejalan. Jadi tetap jagalah persaudaraan, jagalah perdamaian. pesta demokrasi sudah seharusnya dijalani dengan kegembiraan.
 
*image by freepik

Related Posts