Beberapa waktu  terakhir headline berita dipenuhi dengan berita-berita seputar batasan usia calon presiden maupun wakil presiden. khususnya kala Mahkamah konstitusi mengabulkan permohonan syarat usia minimal calon presiden , walaupun minimal tetap 40 tahun tetapi karena ada embel-embel tambahan yang membuat mereka yang belum mencapai usia tersebut masih berkesempatan untuk mencalonkan diri, ini yang kemudian terjadi pada salah satu pasangan capres, yang kemudian banyak mengundang kontroversi.

Tetapi saya tidak akan berbicara tentang kontroversinya, melainkan tentang angka usianya yaitu 40. saya sendiri belum tahu apakah ada alasan spesifik atau teknis tertentu tentang angka 40 tahun sehingga dulunya dipakai untuk usia syarat minimal capres/cawapres.

Tetapi usia 40 tahun memang usia yang istimewa. Konon usia 40 tahun adalah momen yang dianggap sebagai titik balik penting dalam kehidupan seorang pria. Sebuah masa di mana kebijaksanaan dan pengalaman sudah di dapat oleh para pria.

Keiistimewaan angka ini diperjelas lagi di salah satu ayat suci al Quran, “Apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai 40 tahun ia berdoa, ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat engkau yang telah engkau berikan kepadaku dan kepada orangtuaku dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang engkau ridhoi, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku, sesungguhnya aku bertaubat kepada engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang orang muslim”. (QS. Al Ahqaf ayat 15).

Usia 40  adalah usia emas yang menandakan perjalanan yang panjang, penuh warna, dan di dalamnya mengandung banyak kearifan yang mana keberanian, kedewasaan, baik itu dalam berpikir, berbicara, bertindak dan bersikap, maupun kepemimpinan menemukan fondasi yang kokoh. 

Pada titik ini umumnya seorang pria telah menjalani sejumlah peristiwa yang membentuknya menjadi individu yang kuat dan teruji. Emosinya telah melewati berbagai gejolak, memetik pelajaran dari setiap kemenangan dan kegagalan yang telah ia hadapi. Kegagalan yang dialami akan menjadi pemahaman bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai rencana, namun tetap berusaha untuk bangkit dan belajar dari setiap kejadian.

Tidak jarang, di usia ini, pria menemukan dirinya dalam peran pemimpin, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun masyarakat. Mereka umumnya telah memahami bahwa kepemimpinan bukan sekedar perintah, tetapi lebih pada kemampuan mendengar, memahami, dan memimpin dengan contoh yang baik. Di usia emas ini, mereka mungkin telah menjadi panutan bagi banyak orang di sekitarnya, setidaknya bagi keluarganya.

Seiring perjalanan hidup yang terus berjalan, pada usia 40-an umumnya seorang pria sudah mengenali nilai-nilai penting dalam kehidupan: keluarga, integritas, dan makna sejati dari kesuksesan. Mereka tidak hanya mencari pencapaian material dengan antusiasme untuk masa depan, tetapi di sisi lain juga mencari kedamaian batin dan keseimbangan dalam hidup.

Sebuah perjalanan yang panjang, penuh warna, dan melahirkan pria yang telah teruji oleh waktu. Usia cemerlang bagi seorang pria, di mana kedewasaan, pengalaman hidup, dan kebijaksanaan menyatu yang tidak saja memjadikan tangguh secara fisik tetapi juga membentuk kekuatan batin.

Tetapi disisi lain, menginjak usia 40 tahun juga diperlukan kehati-hatian dalam melangkah, karena setidaknya dua pertiga usia rata-rata kehidupan sudah dijalani, pengalaman yang telah dilalui seharusnya sudah menjadi pondasi untuk meniti hari selanjutnya. Karakter dan kebiasaan akan terpatri pada seseorang yang telah berusia 40, yang mana ada pendapat yang mengatakan  bahwa seseorang tidak berubah lagi dari kebiasaan yang dilakukannya bila mencapai umur 40 tahun.

Sebagaimana yang telah tertera dalam ayat Al Quran di atas, selain harus banyak bersyukur ada tanggung jawab lain yang diemban diantaranya tanggung jawab kepada orang tua dengan penghormatan maupun perhatian, tanggung jawab kepada anak turunan dengan kasih sayang, bimbingan maupun keteladanan. Berbuat lebih banyak amal saleh dan kebermanfaatan keberadaan dirinya, dan tentu saja berusaha semakin mendekat kepadaNya. Aamiin.

Usia 40

Beberapa waktu  terakhir headline berita dipenuhi dengan berita-berita seputar batasan usia calon presiden maupun wakil presiden. khususnya kala Mahkamah konstitusi mengabulkan permohonan syarat usia minimal calon presiden , walaupun minimal tetap 40 tahun tetapi karena ada embel-embel tambahan yang membuat mereka yang belum mencapai usia tersebut masih berkesempatan untuk mencalonkan diri, ini yang kemudian terjadi pada salah satu pasangan capres, yang kemudian banyak mengundang kontroversi.

Tetapi saya tidak akan berbicara tentang kontroversinya, melainkan tentang angka usianya yaitu 40. saya sendiri belum tahu apakah ada alasan spesifik atau teknis tertentu tentang angka 40 tahun sehingga dulunya dipakai untuk usia syarat minimal capres/cawapres.

Tetapi usia 40 tahun memang usia yang istimewa. Konon usia 40 tahun adalah momen yang dianggap sebagai titik balik penting dalam kehidupan seorang pria. Sebuah masa di mana kebijaksanaan dan pengalaman sudah di dapat oleh para pria.

Keiistimewaan angka ini diperjelas lagi di salah satu ayat suci al Quran, “Apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai 40 tahun ia berdoa, ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat engkau yang telah engkau berikan kepadaku dan kepada orangtuaku dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang engkau ridhoi, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku, sesungguhnya aku bertaubat kepada engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang orang muslim”. (QS. Al Ahqaf ayat 15).

Usia 40  adalah usia emas yang menandakan perjalanan yang panjang, penuh warna, dan di dalamnya mengandung banyak kearifan yang mana keberanian, kedewasaan, baik itu dalam berpikir, berbicara, bertindak dan bersikap, maupun kepemimpinan menemukan fondasi yang kokoh. 

Pada titik ini umumnya seorang pria telah menjalani sejumlah peristiwa yang membentuknya menjadi individu yang kuat dan teruji. Emosinya telah melewati berbagai gejolak, memetik pelajaran dari setiap kemenangan dan kegagalan yang telah ia hadapi. Kegagalan yang dialami akan menjadi pemahaman bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai rencana, namun tetap berusaha untuk bangkit dan belajar dari setiap kejadian.

Tidak jarang, di usia ini, pria menemukan dirinya dalam peran pemimpin, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun masyarakat. Mereka umumnya telah memahami bahwa kepemimpinan bukan sekedar perintah, tetapi lebih pada kemampuan mendengar, memahami, dan memimpin dengan contoh yang baik. Di usia emas ini, mereka mungkin telah menjadi panutan bagi banyak orang di sekitarnya, setidaknya bagi keluarganya.

Seiring perjalanan hidup yang terus berjalan, pada usia 40-an umumnya seorang pria sudah mengenali nilai-nilai penting dalam kehidupan: keluarga, integritas, dan makna sejati dari kesuksesan. Mereka tidak hanya mencari pencapaian material dengan antusiasme untuk masa depan, tetapi di sisi lain juga mencari kedamaian batin dan keseimbangan dalam hidup.

Sebuah perjalanan yang panjang, penuh warna, dan melahirkan pria yang telah teruji oleh waktu. Usia cemerlang bagi seorang pria, di mana kedewasaan, pengalaman hidup, dan kebijaksanaan menyatu yang tidak saja memjadikan tangguh secara fisik tetapi juga membentuk kekuatan batin.

Tetapi disisi lain, menginjak usia 40 tahun juga diperlukan kehati-hatian dalam melangkah, karena setidaknya dua pertiga usia rata-rata kehidupan sudah dijalani, pengalaman yang telah dilalui seharusnya sudah menjadi pondasi untuk meniti hari selanjutnya. Karakter dan kebiasaan akan terpatri pada seseorang yang telah berusia 40, yang mana ada pendapat yang mengatakan  bahwa seseorang tidak berubah lagi dari kebiasaan yang dilakukannya bila mencapai umur 40 tahun.

Sebagaimana yang telah tertera dalam ayat Al Quran di atas, selain harus banyak bersyukur ada tanggung jawab lain yang diemban diantaranya tanggung jawab kepada orang tua dengan penghormatan maupun perhatian, tanggung jawab kepada anak turunan dengan kasih sayang, bimbingan maupun keteladanan. Berbuat lebih banyak amal saleh dan kebermanfaatan keberadaan dirinya, dan tentu saja berusaha semakin mendekat kepadaNya. Aamiin.

Related Posts