Bulan Juni ini adalah selesainya semester genap dan ada waktu libur yang lebih lama bagi anak-anak sekolah. kesempatan bagi anak anak untuk mengisi liburan sekolahnya, dengan berwisata, silaturahmi mengunjungi saudara, nenek kakeknya atau sekedar di rumah saja dengan kegiatan sendiri..

tapi libur akhir semester genap ini, tidak berlaku bagi mereka yang mengakhiri sekolahnya, yang sudah lulus kelas 6, lulus kelas 9 atau lulus kelas 12. yang lulus kelas 6, siap- siap mencari sekolah baru jenjang smp, yang lulus kelas 9 juga mencari sekolah baru jenjang sma demikian juga yang ingin melanjutkan kuliah.

ternyata urusan mencari sekolah baru menjadi sesuatu yang susah susah gampang. bagi siswa yang sekolah pilihannya dekat dengan rumah, cukup menggunakan jalur zonasi untuk mendaftar. jalur pendaftaran dimana diterima tidaknya calon siswa diukur berdasar jarak rumah/domisili ke sekolah. Buat mereka yang rumahnya dekat dengan sekolah tentu agak tenang sedikit, tapi yang berjarak lebih jauh tentu sedikit waswas, harus sering memantau urutan sementara, masih ada dalam daftar sementara diterima atau tidak. 

urusan zonasi ternyata sering menjadi polemik, di sebagian daerah. khususnya untuk mereka yang berada di kota-kota dan terdapat sekolah-sekolah favorit. banyak mereka, orang tua calon siswa yang mengakali bagaimana agar anaknya bisa diterima di sekolah tujuan. dan salah satu triknya adalah dengan berpindah sementara, jadi bagaimana si anak seolah-olah berdomisili dekat dengan sekolah yang akan di tuju tersebut. entah itu dengan menyewa rumah dekat dengan sekolah, kemudian membuat KK baru, atau yang paling sederhana adalah dengan cara menumpangkan anaknya ke Kartu Keluarga orang lain. intinya bagaimana agar jarak dari alamat domisili/KK dekat dan memastikam untuk diterima di sekolah dimaksud. ini yang saya lihat dan dengar dari TV pagi ini, menyiarkan tentang kecurangan-kecurangan terkait jalur zonasi di kota besar di dekat Jakarta sana. 

Tipu-Tipu Zonasi Demi Anak Masuk Sekolah

Bulan Juni ini adalah selesainya semester genap dan ada waktu libur yang lebih lama bagi anak-anak sekolah. kesempatan bagi anak anak untuk mengisi liburan sekolahnya, dengan berwisata, silaturahmi mengunjungi saudara, nenek kakeknya atau sekedar di rumah saja dengan kegiatan sendiri..

tapi libur akhir semester genap ini, tidak berlaku bagi mereka yang mengakhiri sekolahnya, yang sudah lulus kelas 6, lulus kelas 9 atau lulus kelas 12. yang lulus kelas 6, siap- siap mencari sekolah baru jenjang smp, yang lulus kelas 9 juga mencari sekolah baru jenjang sma demikian juga yang ingin melanjutkan kuliah.

ternyata urusan mencari sekolah baru menjadi sesuatu yang susah susah gampang. bagi siswa yang sekolah pilihannya dekat dengan rumah, cukup menggunakan jalur zonasi untuk mendaftar. jalur pendaftaran dimana diterima tidaknya calon siswa diukur berdasar jarak rumah/domisili ke sekolah. Buat mereka yang rumahnya dekat dengan sekolah tentu agak tenang sedikit, tapi yang berjarak lebih jauh tentu sedikit waswas, harus sering memantau urutan sementara, masih ada dalam daftar sementara diterima atau tidak. 

urusan zonasi ternyata sering menjadi polemik, di sebagian daerah. khususnya untuk mereka yang berada di kota-kota dan terdapat sekolah-sekolah favorit. banyak mereka, orang tua calon siswa yang mengakali bagaimana agar anaknya bisa diterima di sekolah tujuan. dan salah satu triknya adalah dengan berpindah sementara, jadi bagaimana si anak seolah-olah berdomisili dekat dengan sekolah yang akan di tuju tersebut. entah itu dengan menyewa rumah dekat dengan sekolah, kemudian membuat KK baru, atau yang paling sederhana adalah dengan cara menumpangkan anaknya ke Kartu Keluarga orang lain. intinya bagaimana agar jarak dari alamat domisili/KK dekat dan memastikam untuk diterima di sekolah dimaksud. ini yang saya lihat dan dengar dari TV pagi ini, menyiarkan tentang kecurangan-kecurangan terkait jalur zonasi di kota besar di dekat Jakarta sana. 

Related Posts