hardie |
suatu saat pernah menulis, cerita tentang pengalaman bertemu salah satu musisi jalanan dari luar negeri yang kebetulan sedang berada di Jakarta. saya coba mencari dimana tulisan itu, tetapi tidak berhasil saya temukan. tidak panjang tulisan itu, seingat saya hanya 3-4 paragraf saja. dan saya menuliskan pengalaman berkesan itu di salah satu plaform blogging.
Di tulisan tersebut saya pun hanya menceritakan pengalaman dia selama di Indonesia, pengalaman dia berkeliling untuk perform keahlian musiknya, dan tentu saja apa saja obrolan saya dengannya, album dia yang di kemas dalam compact disk serta pernak pernik khas negaranya, penguasaan dia terhadap jenis alat musik flute sangat mengagumkan., saya ingat saat itu sayapun menyempatkan untuk membeli cd musiknya, selain dinikmati tentu saja untuk kenangan.
Kembali ke pencarian tulisan pengalaman tersebut yang tidak ditemukan, entah itu terhapus atau saya lupa menuliskannya dimana. dulu sewaktu bermunculan platform blogging, saya banyak mencoba membuat tulisan di sana. ketika muncul wordpress, saya mencobanya dan membuat beberapa tulisan dengan domain wordpress tersebut, ada layanan blogsome, saya pun membuat beberapa catatan di domain tersebut, kemudian juga ada blogspot, satu dua tulisan saya bikin di sana, atau malah kadang di FB note. jadi catatan tersebar dimana-mana.
Tulisanpun tidak ada tema pasti, kadang cuma catatan pengalaman seperti cerita awal di atas, kadang berupa tutorial singkat atau hal-hal lain sebatas yang dilihat atau dirasa perlu ditulis. tidak ada tema khusus atau spesifik membahas hal-hal tertentu. hanya catatan-catatan kecil saja, itupun timbul jika memang sedang terbersit untuk menulis, sehingga saat itu saya tidak punya media kompilasi khusus untuk mencatat atau menuliskan sesuatu.
Tapi kendalanya jadi seperti yang sedang saya hadapi, ketika tiba-tiba ingin mencari tulisan yang dimaksud, jadi kelabakan sendiri, kehilangan jejak terhadap apa yang telah di catat. Karena tidak ada perhatian, dan selama ini menulis lebih karena iseng, mengisi waktu senggang meluapkan uneg-uneg atau sekedar menuangkan kenangan apa yang telah dijalani. jadi tidak ada keseriusan ke arah sana. Tapi mungkin sudah saatnya mengkompilasi catatan-catatan yang terserak itu, setidaknya bisa untuk dokumentasi dan referensi sendiri.