Seringkali umat islam tidak menyadari bahwa mereka mempunyai kalender waktu sendiri. Umat islam mempunyai perhitungan tahunnya sendiri yang biasa di kenal sebagai kalender hijriyah, berbeda dari kalender syamsiah (masehi) yang biasa kita gunakan sehari-hari, kalender hijriyah jarang sekali digunakan dalam keseharian. Kalaupun terdengar paling kalau penentuan tanggal 1 syawal idul fitri, itu pun sering terjadi perbedaan antar satu ormas islam dengan lainnya. 


memang di Indonesia dengan jumlah penduduk yang banyak dari berbagai latar bekang budaya tentu melahirkan berbagai keragaman, salah satunya dalam bentuk perhitungan hari. maka dalam kalender cetak biasanya kita lihat ada tercetak kecil di sudut tanggal Masehi, ada angka kalender jawa, kalender tionghoa, dan kelender hijriyah itu sendiri.

Dalam satu periode tahun Kalender, jumlah hari dalam kalender  Hijriyah berbeda dengan kalender Masehi, ini bisa dipahami karena memang dasar perhitungan dari kalender Hijriyah dan Masehi berbeda, jadi bisa dipahami mengapa hari raya umat muslim tidak berada pada tanggal yang sama tiap tahunnya.  

Kalender Syamsiah (Masehi) dihitung berdasarkan pada perputaran bumi mengelilingi matahari, artinya dalam satu tahun adalah tepat bumi mengelilingi matahari dalam satu putaran (revolusi). Satu putaran bumi mengelililingi matahari  adalah 364,25 hari. Nah yang 0,25 hari tersebut kemudian digabung menjadi 1 hari, sehingga jumlah hari satu tahun selain 364 hari ada yang 365 hari dan terjadi dalam 4 tahun sekali yang biasa di sebut tahun kabisat.

Kalau bulan Februari kita menjumpai sampai tanggal 29, itu adalah tahun kabisat, dan angka tahun tersebut pas di bagi 4, misal tahun 2016, 2020 atau tahun 2024 nanti. itu adalah tahun kabisat.Dari 364/365 hari tersebut dibagi menjadi 12 bulan, dari Januari sampai Desember, dimana dalam satu bulan ada yang berjumlah 31 hari atau 30 hari, kecuali Februari yang berjumlah 28/29 hari.  

Sedangkan perhitungan kalender Hijriyah, bukan “perhitungan” matahari tetapi perhitungan bulan, di mana periode satu bulan dihitung berdasarkan bulan mengelililingi bumi, yaitu 29,5 hari yang dihitung dari bulan sabit ke bulan sabit berikutnya. satu tahun kalender hijriyah adalah 354,367 hari. sama seperti tahun Masehi, pada tahun Hijriyah 0,367 hari tersebut digenapkan menjadi 1 hari, sehingga ada satu tahun yang berjumlah 355 hari.

untuk jumlah bulan ada 12 yaitu Muharram(29), safar(30), Rabiul Awal(29), Rabiul Akhir(30), Jumadi Awal(29), Jumadil Akhir(30), Rajab(29), Syaban(30), Ramadhan(30), Syawal(30), Zulkaidah(29), Zulhijah(29/30).

Dari atas bisa kita ketahui bahwa jumlah hari pada kalender Hijriyah lebih sedikit antara 10-11 hari di banding kalender Masehi. Maka menjadi wajar jika hari raya idul fitri misalnya, tidak pernah tanggalnya sama dalam kalender Masehi, karena mengacunya ke kalender Hijriyah.

Bukan itu saja perbedaannya. dari sisi sejarah terbentuknya, kalau Kalender Masehi didasarkan pada kelahiran nabi Isa ( Yesus) untuk penanggalan 1 atau dimulainya kalender masehi. tetapi kalau kalender Hijriyah dimulai dari Hijrahnya nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah.

Perbedaan berikutnya adalah awal dan akhir hari, kalau untuk Kalender Masehi awal hari adalah tengah malam atau pukul 00.00 dan berakhir pada 00.00 malam berikutnya. tetapi kalender Hijriyah dimulai dari petang hari, tepatnya tenggelamnya matahari sampai tenggelam matahari besoknya. dan hari ini Rabu 19 juli 2023 adalah 1 Muharam 1445 H, maka saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1445 H, semoga menjadi tahun yang penuh keberkahan dan kebahagiaan.

 

Selamat Tahun Baru Hijriyah

Seringkali umat islam tidak menyadari bahwa mereka mempunyai kalender waktu sendiri. Umat islam mempunyai perhitungan tahunnya sendiri yang biasa di kenal sebagai kalender hijriyah, berbeda dari kalender syamsiah (masehi) yang biasa kita gunakan sehari-hari, kalender hijriyah jarang sekali digunakan dalam keseharian. Kalaupun terdengar paling kalau penentuan tanggal 1 syawal idul fitri, itu pun sering terjadi perbedaan antar satu ormas islam dengan lainnya. 


memang di Indonesia dengan jumlah penduduk yang banyak dari berbagai latar bekang budaya tentu melahirkan berbagai keragaman, salah satunya dalam bentuk perhitungan hari. maka dalam kalender cetak biasanya kita lihat ada tercetak kecil di sudut tanggal Masehi, ada angka kalender jawa, kalender tionghoa, dan kelender hijriyah itu sendiri.

Dalam satu periode tahun Kalender, jumlah hari dalam kalender  Hijriyah berbeda dengan kalender Masehi, ini bisa dipahami karena memang dasar perhitungan dari kalender Hijriyah dan Masehi berbeda, jadi bisa dipahami mengapa hari raya umat muslim tidak berada pada tanggal yang sama tiap tahunnya.  

Kalender Syamsiah (Masehi) dihitung berdasarkan pada perputaran bumi mengelilingi matahari, artinya dalam satu tahun adalah tepat bumi mengelilingi matahari dalam satu putaran (revolusi). Satu putaran bumi mengelililingi matahari  adalah 364,25 hari. Nah yang 0,25 hari tersebut kemudian digabung menjadi 1 hari, sehingga jumlah hari satu tahun selain 364 hari ada yang 365 hari dan terjadi dalam 4 tahun sekali yang biasa di sebut tahun kabisat.

Kalau bulan Februari kita menjumpai sampai tanggal 29, itu adalah tahun kabisat, dan angka tahun tersebut pas di bagi 4, misal tahun 2016, 2020 atau tahun 2024 nanti. itu adalah tahun kabisat.Dari 364/365 hari tersebut dibagi menjadi 12 bulan, dari Januari sampai Desember, dimana dalam satu bulan ada yang berjumlah 31 hari atau 30 hari, kecuali Februari yang berjumlah 28/29 hari.  

Sedangkan perhitungan kalender Hijriyah, bukan “perhitungan” matahari tetapi perhitungan bulan, di mana periode satu bulan dihitung berdasarkan bulan mengelililingi bumi, yaitu 29,5 hari yang dihitung dari bulan sabit ke bulan sabit berikutnya. satu tahun kalender hijriyah adalah 354,367 hari. sama seperti tahun Masehi, pada tahun Hijriyah 0,367 hari tersebut digenapkan menjadi 1 hari, sehingga ada satu tahun yang berjumlah 355 hari.

untuk jumlah bulan ada 12 yaitu Muharram(29), safar(30), Rabiul Awal(29), Rabiul Akhir(30), Jumadi Awal(29), Jumadil Akhir(30), Rajab(29), Syaban(30), Ramadhan(30), Syawal(30), Zulkaidah(29), Zulhijah(29/30).

Dari atas bisa kita ketahui bahwa jumlah hari pada kalender Hijriyah lebih sedikit antara 10-11 hari di banding kalender Masehi. Maka menjadi wajar jika hari raya idul fitri misalnya, tidak pernah tanggalnya sama dalam kalender Masehi, karena mengacunya ke kalender Hijriyah.

Bukan itu saja perbedaannya. dari sisi sejarah terbentuknya, kalau Kalender Masehi didasarkan pada kelahiran nabi Isa ( Yesus) untuk penanggalan 1 atau dimulainya kalender masehi. tetapi kalau kalender Hijriyah dimulai dari Hijrahnya nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah.

Perbedaan berikutnya adalah awal dan akhir hari, kalau untuk Kalender Masehi awal hari adalah tengah malam atau pukul 00.00 dan berakhir pada 00.00 malam berikutnya. tetapi kalender Hijriyah dimulai dari petang hari, tepatnya tenggelamnya matahari sampai tenggelam matahari besoknya. dan hari ini Rabu 19 juli 2023 adalah 1 Muharam 1445 H, maka saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1445 H, semoga menjadi tahun yang penuh keberkahan dan kebahagiaan.

 

Related Posts