Mengantar Anak Sekolah

Buru-buru anak itu menghabiskan makan paginya, waktu sudah mendekati pukul 06.30 , sambil mengunyah dia merapikan seragam, memakai sabuk, memakai dasi. kunyahan berikutnya sambil ditemani dengan membetulkan kerudung, begitu seterusnya menyiapkan bekal, buku-buku dan seterusnya. Terlihat tasnya membesar, menjadi berat. dan setelah semuanya di rasa siap, saya antar dia ke sekolah. jam 06.30 harus sudah di sekolah karena kalau pagi ada kegiatan literasi, dengan membaca buku berbagai tema baik itu bawa sendiri ataupun di sediakan sekolah.


Sementara anak satunya, sudah duluan sampai sekolah. dia sudah diantar lebih dulu, karena menginginkan berangkat di awal, dan di sekolah biasanya hanya ada satu dua temannya yang sudah datang. tapi dia lebih senang karena waktu bermainnya lebih lama. untuk itu dia lebih dulu bangun pagi, mandi, sarapan. singkatnya dia lebih cepat dalam mempersiapkan diri berangkat sekolah. dua anak yang berbeda dalam keseharian aktivitas paginya sebelum berangkat sekolah.

Mengantar anak sekolah adalah kegiatan rutin yang harus dijalani. Alhamdulillah, kesempatan yang saya jarang temui di kehidupan kota besar, hampir saya lakukan setiap hari. Memang ada waktu tertentu, dimana ketika ada pekerjaan yang saya harus keluar daerah, hingga aktivitas pagi ini digantikan oleh ibunya.

Jika sedang tidak terburu-buru, perjalanan ke sekolah justru lebih banyak untuk saya mengobrol dengan anak, seputar obrolan yang menyenangkan, kadang cerita tentang kegiatan kemarin di sekolah, pengalaman dia dengan teman-temannya, cerita temannya yang lucu, yang nakal, atau bahkan ada temannya yang di marahi oleh gurunya, dan lain-lain, cerita polos khas anak-anak.

Mengantar anak sekolah, juga menjadi kesempatan saya untuk mengajari banyak hal selama di jalan raya, tentang marka jalan, kenapa kita tidak boleh menyalip kendaraan lain, kapan harus menyalip, lampu lalu lintas, atau bahkan memberi kesempatan kendaraan lain untuk menyalip kita. Pun sesampainya di sekolah, asal dalam keadaan ceria, biasanya dia akan semangat untuk bertemu dengannya pagi itu, bahkan seringkali saya melihat ada beberapa temannya yang sudah menunggunya. Melihat wajah-wajah mereka sangat menyenangkan, penuh kegembiraan dan harapan, wajah tanpa beban kehidupan.

Tentu berbeda, jika berangkat nya dalam keadaan tidak bahagia, karena terlambat bangun,lupa akan tugas sekolah dan pekerjaan rumahnya atau bahkan sedang turun hujan dalam perjalanan ke sekolahnya, maka anak biasanya akan diam saja sepanjang perjalanan.

Mengantar anak sekolah, menjadi momen yang cukup menyenangkan, melihat dia tumbuh dan berkembang setiap harinya membuat saya bahagia, berharap agar kelak dia berhasil mencapai keinginannya dan mewujudkan kebahagiaannya sendiri. 

Related Posts